adalah simbol kekuasaan karena kelebihan yang dimiliki oleh seseorang
adigang adalah lambang dari kijang yang memiliki kecepatan
adigung adalah lambang dari gajah yang memiliki kekuatan
adiguna adalah lambang dari ular yang memiliki bisa
kelebihan, yang dikaruniakan Tuhan yang maha baik kepada manusia
seyogyanya digunakan untuk memakmurkan bumi-Nya
ada orang dengan kecepatan, kekuatan dan kemampuan lain yang mengagumkan
sehingga dia dipilih oleh sebagian yang lain untuk menjadi pemimpin
harapannya tentu saja agar ia dapat memimpin yang lain menuju kepada kebaikan
namun
menjadi pemimpin ternyata dibarengi dengan berbagai hak yang menyertainya
hak untuk mengatur orang lain, hak untuk menjalankan dan mengambil keputusan
hak untuk mengimplementasikan aturan yang ada di bawah ketiaknya dan seterusnya
bagaimana kemudian jika hak tersebut terselip keinginan pribadi di dalamnya
keinginan untuk menjadi lebih dari orang lain
lebih kaya, lebih mampu, lebih berkecukupan, lebih jaya?
dia akan menggunakan kekuasaannya, untuk mencapai keinginannya tersebut
kekuasaan menjadi absolut, dan akan diusahakan agar tetap langgeng
diktator bukanlah hal yang terlalu mengejutkan kemudian
akhirnya, biarkan ak menjadi diktator
yang berkuasa penuh atas diriku
menguasaiku untuk tidak berkuasa atas orang lain
-makasih-
Emha Ainun Nadjib tentang kekuasaan:
Menyorong
Rembulan
oleh : Emha Ainun
Nadjib
Gerhana rembulan
hampir total, malam gelap gulita,
matahari berada
pada satu garis dengan bumi dan rembulan
cahaya matahari
yang memancar ke rembulan
tidak sampai ke permukaan
rembulan karena ditutupi oleh bumi
sehingga rembulan
tidak bisa memantulkan cahaya matahari ke permukaan bumi
matahari adalah
lambang tuhan, cahaya matahari adalah rahmat nilai kepada bumi yang semestinya
dipantulkan oleh rembulan
rembulan adalah
para kekasih allah, para rasul, para nabi, para ulama, para cerdik cendekia,
para pujangga
dan siapapun saja
yang memantulkan cahaya matahari atau nilai-nilai allah untuk mendayagunakannya
di bumi
karena bumi
menutupi cahaya matahari maka malam gelap gulita
dan didalam
kegelapan segala yang buruk terjadi
orang tidak bisa
menatap wajah orang lainnya secara jelas
orang menyangka
kepala adalah kaki
orang menyangka
utara adalah selatan
orang bertabrakan
satu sama lain
orang tidak
sengaja menjegal satu sama lain
atau bahkan
sengaja saling menjegal satu sama lain
di dalam
kegelapan orang tidak punya pedoman yang jelas
untuk melangkah,
akan kemana
melangkah,
dan bagaimana
melangkah
ilir-ilir, kita
memang sudah nglilir
kita sudah
bangun, sudah bangkit bahkan kaki kita sudah berlari kesana kemari
namun akal
pikiran kita belum, hati nurani kita belum!
kita masih
merupakan anak-anak dari orde yang kita kutuk di mulut
namun
ajaran-ajarannya kita biarkan hidup subur
di dalam aliran
darah dan jiwa kita
kita mengutuk
perampok dengan cara mengincarnya untuk kita rampok balik
kita mencerca
maling dengan penuh kedengkian kenapa bukan kita yang maling
kita mencaci
penguasa lalim dengan berjuang keras untuk bisa menggantikannya
kita membenci
para pembuat dosa besar dengan cara setan,
yakni melarangnya
untuk insyaf dan bertobat
kita
memperjuangkan gerakan anti penggusuran dengan cara menggusur
kita menolak
pemusnahan dengan cara merancang pemusnahan-pemusnahan
kita menghujat
para penindas dengan riang gembira
sebagaimana
iblis, yakni kita halangi usahanya untuk memperbaiki diri
siapakah selain
setan, iblis dan dajjal
yang menolak
khusnul khotimah manusia
yang memblokade
pintu surga
yang menyorong
mereka mendekat ke pintu neraka
sesudah ditindas,
kita menyiapkan diri untuk menindas
sesudah
diperbudak, kita siaga untuk ganti memperbudak
sesudah
dihancurkan kita susun barisan untuk menghancurkan
yang kita
bangkitkan bukan pembaruan kebersamaan,
melainkan
asyiknya perpecahan
yang kita bangun
bukan nikmatnya kemesraan,
tapi
menggelegaknya kecurigaan
yang kita rintis
bukan cinta dan ketulusan,
melainkan
prasangka dan fitnah
yang kita
perbaharui bukan penyembuhan luka,
melainkan
rencana-rencana panjang untuk menyelenggarakan perang saudara
yang kita kembang
suburkan
adalah kebiasaan
memakan bangkai saudara-saudara kita sendiri
kita tidak
memperluas cakrawala dengan menabur cinta,
melainkan
mempersempit dunia kita sendiri dengan lubang-lubang kebencian
dan iri hati
pilihanku dan
pilihanmu adalah apakah kita akan menjadi bumi
yang mempergelap
cahaya matahari?
sehingga bumi
kita sendiri tidak akan mendapatkan cahayanya
atau kita
berfungsi menjadi rembulan, kita sorong diri kita bergeser ke alam yang lebih
tepat
agar kita bisa
dapatkan sinar matahari, dan kita pantulkan nilai-nilai tuhan itu kembali ke
bumi??
Entries (RSS)