“ Tanpa menghiraukan esensi agama mereka hanya bergulat pada
tingkat syariat. Kunjungan mereka ke tempat-tempat ibadah hanya merupakan
pameran belaka. Pembacaan kitab-kitab suci-pun hanya untuk memamerkan suara
mereka.”

“Jangan memaksa dirimu untuk mengikuti perilaku seorang
nabi. Sebagai orang jawa sifat dasarmu sudah berbeda, dan sebenarnya kau tidak
dapat meniru siapapun. Jangan sombong ataupun mengharapkan pujian. Apabila kamu
berpegang teguh pada apa yang kamu pelajari selama ini,itupun sudah cukup untuk
memperoleh karunia Allah.”

“Sebagai manusia dengan segala keterbatasannya, sebaiknya
kau menunaikan kewajibanmu dengan penuh kesadaran sesaui dengan kemampuan serta
keahlianmu. Demikian pendapatku, seorang bodoh yang tidak sepenuhnya menguasi
bahasa jawa, apalagi bahasa asing, namun tetap memberanikan diri untuk
menyampaikan ajaran-ajaran ini kepada kalian.”

“Banyak diantara kita yang percaya pada Tuhan karena takut
pada akherat. Hanya sedikit diantara kita yang benar-benar menyintai Tuhan. Ada pula yang hanya
mengharapkan pahala dan ganjaran, mereka lebih parah lagi, hubungan mereka
dengan Tuhan adalah hubungan dagang.”

3 Responses to “PernYataaN DaLam WeDhaTama”
  1. sip……

  2. kutipan ke-4 BAGUS BANGET UNC!

  3. @Ary
    Makasih…

    @Hadratul
    Makasih juga, memang bagus koq, hehe

Leave a Reply